Sejarah Gereja Stasi Gilimanuk

Gereja Katolik Gilimanuk adalah merupakan rangkaian wilayah Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Palasari pada khususnya, maupun Gereja Katolik Keuskupan Denpasar pada Umumnya. Gereja Katolik ini telah dimulai sejak Hari Selasa, Tanggal 10 Pebruari 1987, saat dikeluarkannya Surat Perjanjian Pemakaian Tanah oleh Bupati Jembrana Drs Ida Bgs. Ardana dengan Pastor Guido Fahik, SVD dengan No. 1.III/1.2.17.18/Pem/1987. Momen ini dikenang sebagai tonggak Sejarah Berdirinya Gereja Katolik Gilimanuk, ditempat ini dibangun sebuah bangunan gereja yang sederhana diatas tanah seluas 1.380 M2 beralamat di Lingkungan Penginuman, Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Pada tahun 1996 Pemerintah membangun Bangunan Gelung Kori Gilimanuk yang bertujuan sebagai Pintu Gerbang Bali Bagian Barat yang tepat mengenai Bangunan Gereja perdana ini, sehingga dikeluarkannya Surat Perjanjian Hak Guna Bangunan (HGB) oleh Bupati Jembrana Ida Bagus Indugosa, SH, dengan Ketua Dewan Gereja Paroki Palasari Bapak Ir. B. I Gst. Ngr. Wisnu Purwadi, tertanggal 31 Januari 1996, dengan No. A.III/17.18/T.PEM/1996, yang isinya bahwa tanah seluas 690 M2 (bagian Timur) digunakan untuk Bangunan Gelung Kori, sedangkan tanah seluas 690 M2 (bagian barat) boleh dimohon sebagai Hak Guna Bangunan (HGB) dan dalam jangka waktu 1 tahun, bangunan harus sudah terlaksana. Mengingat Bangunan Gelung Kori Gilimanuk telah selesai, dilanjutkan dengan menata taman disekitarnya, maka pada Tanggal 10 Juli 1996, Bapak Bupati Jembrana menyarankan agar bangunan Gereja perdana ini di pindahkan oleh umat sendiri ke sebelah barat dengan suratnya No. 590/1958/T.Pem/1996. Namun karena wilayah tersebut juga dijadikan kawasan wisata, maka lokasi Gereja perdana ini digusur ketempat yang lain untuk kepentingan daerah (yang pertama untuk Gelung Kori, dan yang kedua untuk Pengembangan Pariwisata).

Waktu berlalu begitu cepat, sedangkan bangunan gereja yang baru belum terwujud, maka pada tanggal 21 Agustus 2006, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Palasari yaitu Romo Lourensius Maryono, Pr  mengajukan surat Mohon Tanah Pengganti Lokasi Gereja, dengan No. 46/DPP/VIII/2006. hal ini diajukan karena sementara ini umat Katolik Gilimanuk beribadah dari rumah ke rumah karena bangunan gereja sudah tidak ada. Atas usaha Ketua Dewan Keuangan Paroki Palasari Bapak G. I Gst. Putu Triyasa dan Ibu M.M K. Nyusundari (DPRD saat itu) bersama DPP dan tokoh umat Palasari, maka Bapak Bupati Jembrana Prof. Dr Drg. I Gede Winasa, memberi kesempatan untuk mencari lokasi yang dianggap strategis untuk bangunan gereja yang baru.

Pada tanggal 8 September 2007, sebelum perayaan HUT Paroki Palasari ke- 67, Pastor paroki bekerja sama dengan DPP, Dewan Keuangan / Majelis Gereja, Panitia Pembangunan dan tokoh umat Paroki Palasari bersepakat untuk mengajukan surat mohon realisasi tanah pengganti lokasi Gereja Katolik Gilimanuk, karena selama ini umat melaksanakan kebaktian dihalaman terbuka  milik umat sendiri dan sangat memerlukan tempat Ibadah yaitu bangunan Gereja. Pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2009, direstui Surat Perjanjian Sewa Tanah yang beralamat di Kelurahan Gilimanuk Dengan No. 001/02.07/13/J/sps/Perl/2009, oleh Bapak Bupati Jembrana Prof. Dr. Drg. I Gede Winasa, kepada Pastor Paroki Palasari atas nama Pastor Lourensius Maryono, Pr.

Pada tanggal 9 Agustus 2010 diajukan Surat Mohon Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk tempat ibadah (Gereja Katolik) Gilimanuk, dengan No. 01/VIII/2010, dan pada tanggal 27 Agustus 2010, direstui oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana Kantor Perijinan Terpadu dengan No. 503/095/IMB/KPPT/X/2010 kepada Pastor Paroki Palasari yaitu Pastor Bartholomeus Bere Pr. Bangunan ini didirikan di Lingkungan Asri Blok J No. 13, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Dengan ukuran induk bangunan = 12 meter x 8 meter, yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana lengkap. Yang terdiri dari Ruang Sakristi, Ruang Umat, Gudang dan Balai lonceng serta kamar mandi/WC. Dengan luas tanah tempat bangunan = 370 M2 dan penambahan wilayah disebelah timur gereja seluas 370 M2. jadi luas seluruhnya = 740 M2. Gereja Katolik Gilimanuk ini berpelindung Santo Padre Pio, sesuai dengan Patung Padre Pio yang dipasang didepan Gereja dengan ketinggian patungnya = 220 Cm, Diberkati dan di resmikan oleh Uskup Denpasar Yang Mulia Mgr. Dr. Silvester San, Pr pada Hari Selasa, 21 Agustus 2012, bersama Bapak Bupati Jembrana beserta jajaran Pemerintahan Kabupaten Jembrana, Para Imam, Suster, Bruder Undangan dan Umat Katolik Paroki Palasari.

2 thoughts on “Sejarah Gereja Stasi Gilimanuk

  1. Courntey King says:

    Hello,
    I am a Catholic Parishioner in Columbia Missouri USA. I am wanting to get married in Bali because I love the history and culture. What do I need to do to be able to marry in your church?

    • hkypalasari says:

      Hello, are you using whatsapp? if yes, then please contact us in our online chat right corner below and choose WhatsApp. God Bless 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *