Palinggih Dewi Kaniaka Maria

Gua Maria Palasari, oleh umat Palasari sering disebut Lourdes memiliki nama “Palinggih Dewi Kaniaka Maria”. Uskup Agung Leopoldo Girelli, nuntius apostolik atau duta besar Vatikan untuk Indonesia memberkati Palinggih Ida Kaniaka Maria, (Grotto/Gua Maria), yang dibangun di puncak bukit di sebelah Timur Gereja Hati Kudus. Upacara pemberkatan dilangsungkan pada tanggal 15 September 2008, bertepatan dengan perayaan Pesta Emas (50 tahun) Gereja Hati Kudus Yesus dan perayaan HUT ke 68 berdirinya Palasari.

Gua Maria Palasari, merupakan sarana untuk memanjatkan doa kepada Bapa di Surga melalui Bunda Maria, Bunda kita semua. Gua Maria ini, yang dulu di kenal dengan sebutan ” Lourdes” sudah banyak mengalami perubahan sudah banyak pula mujizat yang terjadi disana. Baik dari umat kita sendiri, maupun dari warga non Katolik yang percaya adanya kesembuhan. Memang Tuhan tidak pernah memilih, siapa saja yang mau percaya dan yakin, mereka akan di selamatkan. Seperti yang di ucapkan Maria ketika dia mengandung Roh Kudus,

“Aku ini Hamba Tuhan,
jadilah padaku menurut perkataanMU itu……”

Kini, Lourdes tersebut sudah menjadi tempat ziarah bagi semua orang. Bukan saja umat Katolik, tetapi semua umat tanpa memandang dari agama , daerah serta yang lainnya. Mujizatpun terjadi kepada mereka karena iman mereka.